KAJIAN : BAB II

BAB II

POTENSI SEKOLAH

 

SMP Negeri 20 Malang mempunyai lahanseluas 7.704 m2, keaneka ragaman flora dan beberapa jenis ikan, jumlah siswa 957 orang, SDM yang cukup kompak dalam memiliki visi untuk memajukan sekolah dan komitmen pada lingkungan hidup, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, dukungan komite dan stake holder yang tinggi, serta animo orang tua peserta didik yang mulai tingi, sangatlah potensial untuk dikembangkan menjadi sekolah model yang menerapkan pendidikan untuk masa depan berkelanjutan melalui program Adiwiyata.

Dengan potensi yang dimililki SMP Negeri 20 Malang mempunyai peluang untuk berkembang menjadi sekolah yang mengembangkan lingkungan  dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Kedepan sekolah diharapkan akan menjadi area pelestarian lingkungan hidup.

Selain menciptakan peserta didik yang memiliki kecerdasan intelektual sekolah juga membekali peserta didik dengan kecerdasan religius, emosional dan sosial serta peserta didik yang mampu memelihara dan mengelola lingkungan hidup. Untuk tujuan  itu sekolah memasukan Pendidikan Lingkungan Hidup dalam silabus dan RPP semua mata pelajaran dan proses pembelajaran yang mengembangkan kreatifitas peserta didik. Disamping itu sekolah membekali peserta didik dengan pendidikan life skill, untuk membekali peserta didik dengan ketrampilan vokasional.

 
 

BAB III

PERMASALAHAN LINGKUNGAN SEKOLAH

 

                Setelah diadakan analisis terhadap lingkungan sekolah, disimpulkan bahwa di SMP Negeri 20 Malang ada permasalahan yang menjadi keprihatinan kita semua yaitu kurangnya kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan.

Permasalahan tersebut adalah masalah sampah , air bersih, limbah air, drainase, listrik, lahan kosong tidak dimanfaatkan, tanaman kurang terawat, tanaman keras jumlahnya kurang, masih terbatasnya tanaman toga, kurang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, kebiasaan siswa tidak mengembalikan piring/gelas ketempatnya selesai makan/minum, dan keberadaan pedagang kaki lima yang menjual jajanan kurang memenuhi syarat-syarat kesehatan serta masalah sampah yang ditimbulkannya.

Identifikasi dari permasalahan tersebut sebagai berikut :

1. Sampah

  • Masih ada siswa dan warga sekolah yang membuang sampah sembarangan /tidak pada tempatnya.
  • Belum membuang sampah  pada tempat sesuai dengan jenis sampahnya.
  • Pengolahan sampah organik dan anorganik sudah dilakukan tetapi tidak secara rutin dan hanya melibatkan sebagian kecil dari warga sekolah.
  • Belum memanfaatkan hasil pengelolaan sampah untuk hal yang produktif.
  • Belum memaksimalkan Bank sampah.     

2. Air

Penggunaan air untuk keperluan warga sekolah sangat tinggi,untuk toilet/kamar mandi, cuci piring, wudlu, menyiran tanaman di musim kemarau, kolam ikan. Sekolah tidak hanya mengandalkan sumber air dari PDAM tetapi karena kebutuhan sangat banyak, untuk kebutuhan menyiram tanaman  dan kolam ikan, air wudlu sudah menggunakan air.

Dari keadaan keanekaragaman tanaman jenis pohon  maka masih diperlukan penambahan tanaman . Jenis-jenis pohon yang ditambahkan adalah tanaman yang dapat mencegah pemanasan global.

3. Masih terbatasnya tanaman toga

             Tanaman toga sudah ada tetapi jumlah maupun macamnya masih   sedikit, padahal melihat luasnya halaman sekolah, sangat dimungkinkan  untuk membuat kebun toga.

4. Belum memanfaatkan lingkungan  sekolah sebagai sumber belajar

              Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar akan menjadikan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik. SMP Negeri 20 Malang sangat memungkinkan lingkungan sekolahnya yang luas dimanfaatkan sebagai sumber belajar.

5. Kebiasaan siswa selesai makan/minum di kantin.

                Kantin sekolah sudah cukup baik, jajanan yang disajikan sudah terbebas dari penggunaan plastic, namun budaya siswa untuk turut bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan kantin masih kurang. Hal ini terbukti masih banyak siswa yang belum mengembalikan piring/gelas selesai digunakan ke tempat semestinya, tetapi ditinggalkan begitu saja di atas meja, terlebih di meja gazebo.

6. Permasalahan lingkungan di luar halaman sekolah

                Banyaknya pedagang kaki lima di depan lingkungan sekolah  membawa dampak yang kurang baik bagi kesehatan peserta didik dan kebersihan lingkungan khususnya di depan halaman sekolah. Jajanan yang urang hygeinis , tidak terkontrolnya kualitas makanan terbebas  dari penyedap, pengawet, pewarna, pemanis buatan, pengeyal dan plastic, menjadi masalah lingkungan yang perlu penanganan secara serius.